 |
| Sunday, October 21, 2007 |
| SEBERAT INI KAH? |
Seberat ini kah?
aku hanyut, hanyut lulur lebur dalam kesedihan, yang bercampur aduk dengan amarah, namun justru aku binggung, apa yang harus ku lakukan? aku tak tau siapa yang salah Seberat ini kah? hingga aku hanya bisa menanggis dalam hati, rasanya ku inggin berteriak, tapi percuma, Hanya Engkau-lah yang bisa memberikan jalan keluar terbaik untuk-ku, aku benar-benar jatuh, dan tak kuasa lagi berdiri, semua hanya bisa ku pasrahkan, aku benar-benar menyerah pada-Mu, bantu aku agar bisa bangkit dari jatuhku, aku hanya ingin menikmati indahnya hidupku, aku ingin menikmati bersama mereka, dan kuharap mereka juga menikmatinya, bantu aku, karena hanya Engkau Yang Paling Mengerti aku |
posted by jalanterus @ 2:22 PM  |
|
|
|
|
| AKU RINDU DI RUMAH-MU |
Aku Rindu di Rumah-Mu
saat aku membentangkan sayap, seraya terbang menembus awan, terbesit ketakutan kalau aku akan jatuh, tetapi ketika ku ingat Engkau, aku menjadi yakin, ku kan dapat terus terbang menuju rumah-Mu, dan ketika ku tlah hinggap, aku bersujud di Rumah-Mu, mataku terasa berat, aku merasa Engkau sangat mencintaiku, meskipun selama ini ku sering mengecewakan-Mu,
Ya Alloh, Ampunilah semua dosaku, Kabulkanlah segala permintaanku, dan jagalah aku dari kenistaan, masukkanlah aku kedalam Rumah Indah-Mu, Rumah yang kekal abadi, bersama keluargaku, dan orang-orang tercintaku, aku bangga bisa hadir di rumah-Mu, aku ingin hadir disini setiap waktu,
Ya Alloh, ku harap setelah pulang dari rumah-Mu ini, ku kan bertambah ingat kepada-Mu, ku kan bertambah mencintai-Mu, dan ku berharap, ku kan hadir kembali di rumah-Mu, cintailah aku, sayangilah aku, sepanjang waktu, karena hanya Engakau Yang Paling Mengerti akuLabels: puisi |
posted by jalanterus @ 2:13 PM  |
|
|
|
|
| SEKARANG KAH? |
Sekarang Kah?
Usia-ku belum cukup tua, Namun tidak lagi muda, Aku masih bisa menikmati, Merasa jauh dari mati,
Namun itu tak berlangsung lama, Hari ini aku merasa berbeda, Aku merasa sedang berdiri, Tidak jauh dari mati,
Hari ini kudapat berbagai tanda, Aku akan tutup usia, Harus-kah sampai disini? Lalu aku akan mati?
Ya Alloh, Aku mencintai-Mu, Tidak bisa ku pungkiri Aku belum pernah setakut ini,
Jika itu memang terjadi, Hanya Cinta-Mu yang ku harap, Engkau yang Paling Mengerti aku, Berikanlah yang terbaik untuk-kuLabels: puisi |
posted by jalanterus @ 2:09 PM  |
|
|
|
|
| SURAT UNTUK YANG MAHA MENGERTI |
Surat tuk Yang Maha Mengerti
Surat ini kutulis sebagai perasaan cintaku pada-Nya, Karena hanya Dia-lah Yang Maha Mengerti, Hanya Dia Yang Bisa Memberikan Yang Terbaik untuk-ku,
Bukannya aku tak bisa berkata, Namun ini hanya lebih sebagai ungkapan cintaku pada-Nya, Yang justru tak bisa dituliskan dengan kata-kata,
Ya Alloh, Sungguh sangat senangnya hatiku ketika memanggil-Mu, Aku akan terus mencoba 'tuk selalu dekat dengan-Mu,
Semoga surat ini menjadi penghubung jarak diantara kita, Cintailah aku, Karena hanya Engkau Yang Paling Mengerti akuLabels: puisi |
posted by jalanterus @ 1:53 PM  |
|
|
|
| Saturday, October 20, 2007 |
| Woooii... |
| wahhhh kacau balau halamanku berubaaaahhhh!!!! |
posted by jalanterus @ 4:55 AM  |
|
|
|
|
| ANDAI KU PUNYA SAHABAT |
Andai Ku Punya Sahabat
andai ku punya sahabat, ingin ku selalu dekat, diriku trasa sepi sendiri tanpamu, andai ku bisa berlari, kan ku bawa engkau pergi, melompat kelangit yang tinggi, tinggi, tinggi... sahabat pasti kan datang, dikala sedih dan bahagia, sahabat pasti tak kan pergi, kan menyinari dispanjang hari... |
posted by jalanterus @ 4:01 AM  |
|
|
|
|
| Inikah Cinta Sesungguhnya? |
Aku melihat… Aku terpana… Lalu aku terpesona…
Semenjak itu aku merasakan perbedaan dihatiku, Dulu hatiku selalu jujur padaku, Meski kadang juga pernah berbohong,
Kini tiba-tiba hatiku berbelok, Dan selalu berusaha membohongi diriku Untuk selalu mengingatnya
Wajahnya… Kelembutannya… Manjanya…
Selalu terngiang didalam benakku, Selalu, selalu dan selalu… Akupun tak bias melupakannya meski ku mencoba
Saat matahai terbenam, Saat aku mulai terlelap, Dia ada di penghantar tidurku…
Ketika matahari terbit, Ketika aku berusaha untuk bangkit, Dia ada disisiku ‘tuk bangkitkan aku…
Dia tidak bias hilang dari ingatanku, Meskipun ku coba menghilangkan, Namun dia selalu mencari celah dihatiku,
Sampai kapan aku harus memendamnya? Haruskah ku berbicara? Atau terus diam sambil berharap dia yang berbicara?Labels: puisi |
posted by jalanterus @ 1:34 AM  |
|
|
|
|
| |
|
|